Magelang, 13 Agustus 2021


Air dan pupuk merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk hidup serta membentuk bunga dan buah, begitu juga pada tanaman salak.  Kebutuhan air dan pupuk pada tanaman Salak pondoh Lumut bisa di cukupi dengan metode tetes, yaitu dengan memanfaatkan botol plastik bekas air mineral yang di lubangi kecil pada bagian bawahnya dan di isi dengan pupuk cair racikan sendiri. Cara kerjanya seperti infus yang mencukupi kebutuhan nutrisi secara berkelanjutan. Pemupukan dengan metode tetes tersebut kini telah diterapkan di Desa Banyuadem, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang sejak bulan maret 2020, dan dikembangkan oleh Supriyadi petani salak pondoh lumut yang sekaligus sebagai Kepala Desa banyuadem.

Menurut Supriyadi, dengan tercukupinya nutrisi tanaman maka produksi buah akan berlangsung sepanjang musim dalam satu tahun, atau bisa dikatakan diluar musim pun salak pondoh lumut tetap mampu berbuah. Perlakuan dengan metode tetes ini telah di terapkan pada 5.334 batang tanaman Salak pondoh lumut yang ada di Desa Banyuadem, dengan biaya per batang tanaman / per botol cairan sebesar Rp.7.000,-. Pemupukan pohon salak dengan metode tetes ini dilakukan dengan mengisikan cairan pupuk pada botol yang sudah disiapkan, kemudian botol tersebut ditanam didekat perakaran pohon salak, selanjutnya cairan pupuk tersebut akan terserap dengan sendirinya melalui beberapa lubang kecil pada bagian bawah botol yang sudah dipersiapkan sebelumnya, cairan pupuk harus dilakukan pengisian ulang setiap tiga minggu sekali atau disesuaikan dengan kebutuhan.

Pupuk yang di gunakan untuk membuat racikan adalah NPK Canada, NPK Mutiara, Zat Perangsang Tumbuh Akar, Gula dan EM 4. Untuk mendorong keberhasilan pembentukan buah salak sepanjang musim yang maksimal, harus di perlukan juga perawatan dengan pemangkasan pelepah batang secara rutin, hal ini perlu dilakukan agar kebersihan disekitar rumpun salak tetap terjaga dengan baik serta nutrisi yang diserap pohon salak bisa terfokus untuk memicu pertumbuhan bunga dan pembentukan buah. Pengawinan/penyerbukan bunga jantan dan betina juga harus   tepat waktu. Peralatan yang di butuhkan untuk perawatan tanaman slak pondoh lumut antara lain : Gunting besar, Sabit, Cangkul, Gergaji, Kaos Tangan Kulit, Sepatu boot. Metode pemupukan denga.cara tetes ini juga bisa diterapkan pada komoditas tanaman buah yang lain.


Tujuan Inovasi Desa

Adapun tujuan dari inovasi ini adalah untuk peningkatan ketahanan pangan dengan memaksimalkan hasil produksi tanaman pertanian. Hal ini tentu saja akan berbanding lurus dengan peningkatan penghasilan petani dan mendongkrak perekonomian masyarakat.


Manfaat Inovasi Desa

Manfaat yang akan di peroleh dari inovasi ini antara lain :

1. Mempercepat pekerjaan pertanian.

2. Meringankan pekerjaan pertanian.

3. Memanfaatkan limbah plastik menjadi alat produksi pertanian.

4. Meningkatkan hasil produksi pertanian.

5. Meningkatkan penghasilan para petani.

6. Meningkatkan daya beli para petani sehingga perekonomian sektor perdagangan juga  meningkat.


Hasil Inovasi Desa

Hasil utama yang di dapat dari inovasi ini adalah peningkatan hasil produksi pertanian, kususnya perkebunan salak pondoh lumut di Desa Banyuadem. Karena dengan penerapan inovasi ini, hasil panen salak pondoh lumut menjadi lebih meningkat. Di samping itu akan ada hasil lain yang berdampak pada lingkunagan dengan pemanfaatan limbah plastik berupa botol bekas air mineral menjadi barang yang bermanfaat.


Tata Cara Mengaplikasikan Inovasi Irigasi/Pemupukan Metode Tetes. 

Tata cara mengaplikasikan inovasi pemupukan/irigasi metode tetes ini sebetulnya sangat simple dan mudah sekali dilaksanakan, yaitu dengan cara yang telah dipandu dalam manual book berikut ini:

  1. Persiapkan peralatan yang dibutuhkan antara lain botol plastik bekas air mineral 1500ml, paku untuk melubangi botol, air secukupnya, pupuk sesuai kebutuhan dan alat pelobang tanah.
  2. Lobangi bagian bawah botol plastic bekas  menggunakan paku kecil yang sudah dipersiapkan sebelimnya
  3. Tanam botol plastic dalam posisi berdiri tegak dekat pangkal pohon dengan jarak kira-kira 50cm dari pangkal pohon slak dengan cara melobangi tanah dengan alat yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
  4. Tuangkan pupuk yang sudah dicairkan dengan air kedalam botol yang sudah ditanam ssampai penuh.
  5. Pasang tutup botol tersebut tidak terlalu rapat agar air bisa menetes kebawah diperakaran pohon salak.
  6. Lakukan penambahan cairan pupuk tiap tiga <3>

(satria)